Perbekel Desa Ped

I Ketut Karya

Sejarah Desa

  • Dibaca: 432 Pengunjung

SEJARAH DESA

Sumber yang digunakan  diantaranya beberapa sumber lisan dan beberapa sumber tertulis lainnya. Dari hasil wawancara penulis kepada seorang kakek sekaligus mantan Perbekel Desa Ped yang menjabat dari tahun 1960-1965 yaitu I Wayan Regeh menyatakan bahwa kata “Ped” berasal dari kata “Mapeed” yang artinya beriringan. Beriringan yang dimaksud di sini berawal dari kesaktian tiga buah tapel yang terkenal ke pelosok Bali dan sampai didengar oleh seorang Pedanda yaitu Ida Pedanda Abiansemal, sehingga Ida Pedanda Abiansemal bersama pepatih dan pengikutnya secara beriringan (mapeed) datang ke Nusa dengan maksud menyaksikan langsung kebenaran informasi atas keberadaan tiga tapel yang sakti di Pura Dalem Nusa. Dulu bernama Pura Dalem Nusa tetapi sudah ada pergantian nama setelah Ida Pedanda Abiansemal beriringan (mapeed) ke Pura Dalem Nusa kemudian digantikan oleh seorang tokoh Puri Klungkung pada zaman I Dewa Agung menjadi Pura Dalem Ped. I Wayan Regeh mengetahui hal ini dari membaca sebuah buku yang berjudul “Sejarah Nusa dan Sejarah Pura Dalem Ped” yang ditulis Drs. Wayan Putera Prata, tetapi sayangnya buku ini sudah hilang dipinjam oleh seseorang. Selain itu juga, I Wayan Regeh juga mengetahui dari sumber lisan yang sempat ia lakukan melalui seorang pemangku pemucuk Desa Ped. (Sumber: I Wayan Regeh.23 Oktober 2011).

Dengan adanya pernyataan I Wayan Regeh maka untuk mengetahui Sejarah Desa Ped tidak terlepas dari sejarah sebuah pura yang terkenal di pelosok Bali ini yang merupakan salah satu pura kahyangan di Bali sekaligus terkenal angker yaitu Pura Dalem Ped atau Pura Penataran Ped. Dari beberapa sumber lisan yang penulis temukan, salah satunya Jro Mangku Putu Lingga yang merupakan salah satu pemangku pemucuk Pura Dalem Ped menyatakan bahwa kelompok-kelompok penduduk dulu (sebelum menjadi sebuah banjar) yang ada di dekat ataupun di sekitar lingkungan Pura Dalem Ped menjadi pengempon Pura Dalem Ped ini. Beberapa dusun yang menjadi pengempon Dalem Ped pada waktu itu sampai sekarang yaitu seperti diuraikan sebelumnya enam dusun yakni Sental, Seming, Pendem, Adegan, Biaung, dan Dusun Ped. Dusun Sental terdiri dari dua banjar yakni Sental Kangin dan Sental Kawan, Dusun Seming terdiri dari dua banjar yakni Banjar Seming dan Banjar Serangen, Dusun Pendem terdiri dari Banjar Pendem, Dusun Adegan terdiri dari banjar Adegan Kangin dan Adegan Kawan, Dusun Biaung terdiri dari banjar Biaung, dan Dusun Ped terdiri dari dari Banjar Prapat, Banjar Bias dan Banjar Nyuh.

  • Dibaca: 432 Pengunjung